Selasa, 21 Februari 2012

Pentingnya eksistensi Radio bagi masyarakat



Pada Hari Radio Sedunia, 13 Februari 2012 lalu, UNESCO mengingatkan dunia akan eksistensi sebuah media yang dapat mencapai pelosok-pelosok yang tidak terjangkau media lain, yaity radio.
Radio masih menjadi forum komunikasi penting karena stasiun radio bisa dengan cepat dipasang dan dengan biaya yang jauh lebih murah dibandingkan televisi. Radio merupakan alat komunikasi paling berguna untuk mencapai masyarakat terisolir dan orang-orang lemah seperti mereka yang buta huruf, cacat dan juga miskin.
Radio juga bisa menjadi media bagi kelompok tersebut untuk berpartisipasi dalam debat publik. Selain itu juga memainkan peran penting dalam komunikasi darurat dan juga dalam proses pemberian bantuan untuk wilayah bencana. Ini terbukti dalam musi¬bah tsunami Desember 2004. Radio Nederland Wereldomroep (RNW) membantu beberapa mitra radio di Indonesia dengan mengirimkan “radio in a box”, sebuah stasiun radio FM yang bisa dipindah-pindahkan lengkap dengan studio dan transmisi.
Peralatan ini dimanfaatkan oleh stasiun radio yang fasilitas mereka hancur dalam tsunami.
Pendidikan
Hari Radio Sedunia akan dija¬dikan momentum untuk berdiskusi dan berdebat tentang peran radio dalam membantu sektor paling rawan di berbagai komunitas di seluruh dunia. Beberapa acara sudah digelar di seluruh dunia.
Sebuah konferensi yang dihadiri pakar, praktisi dan juga penyedia peralatan radio digelar di London yang diberi judul “Perspektif Baru untuk Radio Tradisional”.
Panitia konferensi menyatakan radio masih merupakan teknologi penyiaran lokal paling aktif di dunia. Radio memainkan peran penting dalam mempromosikan pembangunan, meningkatkan taraf hidup dan mendukung pendidikan.
Ini karena media ini murah dan bisa diakses dengan gratis. “Anda tidak butuh app atau internet untuk mengakses radio.”
Peran Sosial
Namun demikian, radio tidak boleh ketinggalan jaman. Banyak yang berpikir platform transmisi adalah bagian terpenting dari teknologi radio. Sebagai contoh, pencinta gelombang pendek dan kadang pengusaha radio sendiri, sering berpikir kalau radio inter¬nasional berhenti menggunakan teknologi yang tidak efisien seperti gelombang pendek analog, radio tidak lagi bisa menjadi stasiun siaran yang layak.
Konferensi di London akan membahas bagaimana berbagai teknologi yang berbeda bisa mena¬warkan cara baru bagi radio untuk berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat.
Ini mungkin perubahan terbesar yang terjadi terhadap teknologi radio sejak orang bekerja di sektor ini. Saat orang mendengarkan radio, radio adalah teknologi pasif, terutama radio internasional.
Di beberapa stasiun radio, acara yang dibawakan oleh penyiar dengan aksen kuat dengan meng¬gunakan teks terjemahan yang buruk dan membahas topik yang membosankan. Hasilnya, kemung¬kinan para pendengar memberi reaksi sangatlah minim.
RNW merupakan salah satu stasiun radio internasional yang pertama kali bereksperimen dengan program interaktif dengan pende¬ngar. Sesuatu yang sekarang men¬jadi norma untuk siaran radio. Pada tahun 1980an, sebelum internet dan HP ditemukan, RNW ikut ambil bagian dalam program berbahasa Inggris yang memberikan kesem¬patan kepada pen¬dengar untuk menelpon.
Waktu itu acara disiarkan di empat bagian dunia dan kami kaget melihat respon pendengar yang mau menelpon internasional hanya untuk berbicara dengan kami.
Radio Akar Rumput
Sekarang komunikasi dua arah kami dengan pendengar inter¬nasional dilakukan melalui Face-book, Twitter dan situs serta blog kami. Tapi untuk stasiun radio lokal masih lebih gampang untuk berpar¬tisipasi dalam berbagai acara yang mereka suguhkan.
Ketika kuliah di Inggris pada awal 1970an, saya mengalami sendiri bagaimana radio grassroots bekerja. Pada suatu hari yang cerah, saat berjalan menuju studio, saya melewati lapangan yang sepi. Sewaktu siaran saya sampaikan ini adalah hari yang sangat indah untuk duduk-duduk di lapangan dan mendengarkan siaran kami.
Kemudian saat saya selesai siaran, saya kembali melewati lapangan itu. Ternyata ratusan orang sudah berkumpul di sana dan banyak yang mendengarkan sia¬ran kami. Kebetulan saja? Saya rasa tidak demikian. Saya yakin, pada level dasar, kejadian ini menggam¬barkan bagai¬mana kekuatan radio dalam komunitas kecil. (Sumber: http://www.rnw.nl)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar